Posted by: untoro | July 26, 2006

Learning is a journey, not a race

– Tulisan ini saya buat tidak hanya untuk Anda, tetapi juga untuk mengingatkan diri saya sendiri –

“Learning is a journey, not a race”
Kalimat ini saya baca di sticker SD Islam Fitrah Al Fikri (SDIF Al Fikri), tempat istri saya mengajar. SDIF Al Fikri adalah SD Islam yang mengembangkan sistem pengajaran yang disesuaikan dengan fitrah anak. Bermain, riang-gembira, tanpa tekanan, kebebasan adalah beberapa fitrah dasar seorang anak. Begitulah kurang lebih yang saya tangkap dari penjelasan istri saya🙂.

Lebih jauh, kalimat ini menyadarkan saya akan satu hal.
Sering kali orang tua terjebak dalam situasi “persaingan” dan “perlombaan” anak, tidak terkecuali saya dan istri. Ingin anaknya menjadi yang paling besar, paling tinggi, paling pintar, paling cepat, paling bisa, juara dsb.Menyekolahkan anak di usia yang dini, yang mungkin belum waktunya, dengan alasan agar anak belajar sosialisasi. Padahal kalau saja mau merenung sejenak dan mendengarkan kata hati kecilnya, mungkin bukan itu alasan sebenarnya.

Ya…seperti perlombaan.

Hati-hati, jangan terjebak dalam keadaan di atas. Setiap anak adalah unik. Pertumbuhan fisik, kemampuan motorik,kesiapan mental seorang anak tidak sama dengan yang lain.

Saya, Anda, kita, sebagai orang tua seharusnya yang paling tahu.

Saya, Anda, kita, sebagai orang tua juga seharusnya tahu kemampuan apa yang seharusnya dimiliki anak kita pada usianya.

Proses belajar anak seharusnya merupakan perjalanan. Perjalanan yang menyenangkan.

Perjalanan yang unik, dengan tahap-tahap dan lika-liku yang berbeda antara anak yang satu dengan yang lain.


Responses

  1. yupe, setuju.
    kita sebagai orang tua kadang lupa bahwa anak juga “keinginan” untuk mengembangkan potensi dirinya sendiri – menurut apa yang diyakininya. Tugas kita dalam situasi itu adalah mengarahkan.

    Tapi perlu dicatat mengarahkan (mendorong dan membantu) punya side efect -seperti cerita kupu-kupu di sini:
    http://aryanugraha.wordpress.com/2006/06/20/raising-nayya/

  2. yap…gua udah baca ceritanya….
    alih2 ngebantu malah fatal ya akibatnya…

    pernah juga baca di detik, anak baru berapa bulan gitu tewas gara2 orang tuanya ngajarin jalan….

    wuah…menyeramkan….

  3. saya setuju pembelajaran adalah HUBUNGAN YANG AGUNG ANTARA PENCIPTA DAN SANG KHALIFAH DUNIA…MANUSIA. MAKA HARUS SESUAI FITRAHNYA… Tengok firman Nya : QS Al Alaq : ‘Alamal insaana maa lam ya’ lam ( Akulah (Alloh) yang mengajarkan kpd manusia apa-apa yang belum diketahuinya….salam kenal dari CEP (Creative English Program) gedung Al Fikri Jl.Pendawa I No.1 Griya Pendawa Tlp: 7712828, marketing executive, Haryo WP Ir (081314114449). BOleh silaturahim mas ?

  4. well….tulisan yang bagus…yap gw setuju. Raising a child is like a never end lesson….sayangnya ga ada sekolah buat ngedidik gimanajadi good parent toh😀

  5. […] Artikel menarik ini saya dapat dari salah satu mailing list yang saya ikuti. Mengenai pendidikan yang dipaksakan, melampaui fitrah anak. Mengingatkan saya pada posting Learning is a journey, not a race. […]

  6. setuju banget, tapi mohon dijelaskan alamat & no telp SDIF Al Fikri yang bisa dihubungi, saya sangat tertarik dengan sekolah tersebut, dan ingin sekali bisa memasukkan anak saya kesana, terima kasih

  7. Saya juga sedang bingung dengan masalah apakah anak saya (sekarang umur 2 tahun 3 bulan) akan di masukan ke play group atau tidak.

  8. Sangat setuju, pendidikan anak tidak selalu harus diruang kelas, ternyata pembelajaran via lingkungan lebih dikedepankan. Ada contoh dan ada tindakan.
    Anak tidak seharusnya dijadikan semacam alat untuk dipertandingkan, semua adalah amanah yang harus kita pertanggungjawabkan. Untuk itu mari sama-sama kita beri apresiasi terhadap anak-anak kita.

  9. Sekedar tambahan, dari yang saya amati pendidikan disekitar kita cenderung kearah persaingan biaya yang mahal. Makin mahal identik dengan hebat, bagus, atau unggul.
    Coba compare dengan salah satu sekolah yang ada di Ciganjur, Sekolah Alam Ciganjur, dimana aspek pengajaran dan contoh dari pendidik yang saya lihat dan rasakan memberikan pengajaran dengan hati yang saya nilai ikhlas. Disaat sekolah yang kita sebut “SDIT” berbiaya mahal, di sekolah Alam Ciganjur justru berbenah dengan konsep pendidikan yang sangat bagus (bukan berarti karena anak saya sekolah disana lho). Cuma karena keterbatasan tempat barangkali sehingga murid disana dibatasi, padahal banyak yang tertarik untuk memasukan anaknya disana. Di Sekolah Alam Ciganjur sudah dari mulai Play Group sampai SMP sudah ada. Sekali waktu coba para pendidik boleh melihat sisi baik dari Sekolah Alam Ciganjur tersebut.

  10. […] Artikel menarik ini saya dapat dari salah satu mailing list yang saya ikuti. Mengenai pendidikan yang dipaksakan, melampaui fitrah anak.Mengingatkan saya pada posting Learning is a journey, not a race. […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: