Posted by: untoro | July 28, 2006

Heboh Produk Pangan Rekayasa Genetik (PRG)

Seminggu ini, media cukup diramaikan oleh berita mengenai produk Pangan Rekayasa Genetik (PRG) – Genetically Modified Food (GMF).Hasil pengujian YLKI pada Desember 2005 menunjukkan beberapa produk pangan yang ada di pasaran positif mengandung rekayasa genetik.

Anda dapat melihat beberapa berita lengkapnya di sini:

Produk-produk yang disebut positif mengandung rekayasa genetik adalah sebagai berikut:

  1. Tahu Pong Halus “Poo” produksi Sari Lezat
  2. Tofu Jepun produksi Kong Kee Food
  3. Tempe Murni Super Djimmy
  4. Susu Kedelai Coklat merk Sarinah
  5. Susu Kedelai Ohayo produksi Harum Sari Food
  6. Susu Formula NUTRILON SOYA produksi Nutricia
  7. Corn Flakes Petales De Mais produksi Contimas
  8. Keripik Kentang Mister Potato produksi Pacific Food
  9. Keripik Kentang Pringleys produksi P&G
  10. Tepung Jagung/Maizena merk Honig

Khusus mengenai Nutrilon Soya, PT Nutricia Indonesia Sejahtera telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan produknya tidak mengandung rekayasa genetik.
Pernyataan resmi tersebut dapat Anda lihat di sini.


Apakah PRG berbahaya?

WHO dalam situsnya menyatakan bahwa semua produk yang terdapat di pasar internasional telah melalui uji-resiko yang dilakukan masing-masing oleh lembaga yang berwenang.

Dari pernyataan ini, apabila pengujian ini memang dilakukan dengan objektif dan prosedur yang benar, maka seharusnya tidak ada resiko kesehatan dan lingkungan dari PMG.

Bagaimana PRG di atur di Indonesia?

Mengenai PRG sendiri di Indonesia diatur dalam UU Nomor 7 tentang Pangan yang memperbolehkan penggunaan produk pangan transgenik. UU diperkuat dengan PP No. 69/1999 tentang Label dan Iklan Pangan, dan PP No.28/2004 tentang Keamanan Mutu dan Gizi Pangan, yang menjelaskan mengenai definisi, pemeriksaan keamanan, serta persyaratan dan tata cara pemeriksaan pangan produk rekayasa genetika.

Dalam PP No. 69/1999 pasal 35 disebutkan bahwa pada label untuk pangan rekayasa genetik wajib dicantumkan tulisan PANGAN REKAYASA GENETIK.

Dalam ayat berikutnya disebutkan bahwa dalam hal pangan hasil rekayasa genetik merupakan bahan yang digunakan dalam suatu produk pangan, pada label cukup dicantumkan keterangan tentang pangan rekayasa genetika pada bahan yang merupakan pangan hasil rekayasa genetik tersebut saja.

Meskipun demikian, YLKI meminta pengaturan mengenai ambang batas kandungan maksimum bahan rekayasa genetik yang terdapat dalam satu produk.

Bagaimana di negara lain?

Mengenai peraturan, pengujian dan pemberian label pada PRG dapat Anda lihat di sini.

Pendapat saya?

Pertama, saya termasuk orang yang picky pada makanan. Sosis, keju, jeroan, baru bisa saya makan waktu SMA๐Ÿ˜›. Lele baru bisa saya makan saat mulai bekerja di Jakarta (karena tidak ada pilihan lain).

Sampai saat ini, kalau teman mengajak saya makan bebek atau kalkun, dengan tegas saya jawab “Selama masih ada ayam yang dapat dimakan, bebek bukan makanan.”๐Ÿ˜›

Demikian pula dengan PRG. Kalau memang masih ada makanan alami, saya akan pilih makanan alami saja.

Dan untuk itu, produsen harus memberi pilihan pada konsumen. Caranya dengan pencantuman label PANGAN REKAYASA GENETIK.

Kedua, mengenai kehalalan PRG.
Badan sertifikasi halal, dalam hal ini MUI, perlu benar-benar mengetahui sumber gen yang digunakan dalam PRG sehingga produk tersebut dapat dikatakan halal.


Responses

  1. hehehe, jadi inget. Jatah sosis kamu kan selalu aku yang makan.๐Ÿ˜€

  2. duh gak bisa komen neeh sekarang,
    cuma mau say hai aja

  3. Link sanggahannya sudah diubah ya ?
    Gak bisa diakses.

  4. […] Googling, akhirnya menemukan postingan Heboh Produk Pangan Rekayasa Genetik (PRG) dari blognya Kang Bambang. […]

  5. sorry, link sudah diupdate…

    thx for visiting๐Ÿ™‚

  6. cape deeh

  7. hrs hati2 dech dengan produk pangan hsl rekayasa genetika coz kyknya banyak merugikan dech….
    cape dech……

  8. terus gimana dengan sekarang? masih adakah info yang lebih tegas yg mengatur tentang trans genik ini? kebetulan anak saya pake Nutrilon soya 3 dr usia 10 bulan sampe 2.5 tahun

  9. Kalo padi apa udah direkayasa ya ?

    Btw, These are good informations and opinions.๐Ÿ™‚

  10. apa yang dimaksud dengan bioteknologi

  11. bioteknologi ?? alami atau modifikasi genetik?
    berbahaya atau tidak??sebaiknya perlu di infokan ke hkhalayak ramai?

  12. […] akhirnya menemukan postingan Heboh Produk Pangan Rekayasa Genetik (PRG) dari blognya Kang […]

  13. Maaf, saya jadi bingung, bagaimana dengan Susu Nutrilon Soya ? Apakah aman dikonsumsi ? Tolong saya dihubungi via email saya,

    abc.winfo@yahoo.co.id

    Terimakasih.

  14. aduuuhhh… gmn ni mn yg bener? iya pa ga nich? soalny anakku minumnya susu nutrilon soya dah dari baby….

    kasih penjelasan yg bener dong biar tenang n lega..

  15. makan ayam negri / broiler itu hasil rekayasa genetik ngga ya, kalau iya ciaalat nich…

  16. serem jg yah,jk swktu hri qta rus mkan atau mnum dri hasil olahan transgenik yang sanpe saat ini blum ada pihak yang brani mengklaim kelayakan produk pangan tersbut..sprtinya akan menyalahi aturan alam ni??

  17. Produk-produk yang positif mengandung rekayasa genetik tersebut dari hasil penelitian dari mana ya pak?
    boleh kah saya dikirimkan sumbernya ke cheztuty@gmail.com

  18. darimana mendapatkan informasi daftar panganan itu mas,, tolong sebutkan sumbernya kalo ada biar kita jelas


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: