Posted by: untoro | October 31, 2006

Mudik

Mudik. Ritual berlebaran di kota kelahiran.Silaturahmi dengan orang tua dan kawan-kawan lama.
Ini kali kedua kami mudik ke kota Bandung. Kota kelahiran saya, istri, dan anak saya.
Seperti biasa, kami berangkat dan kembali menggunakan kereta.Berangkat hari Sabtu pagi (21.10.2006) dengan membawa 2 koper, 1 ransel, 1 tas tangan, dan 1 anak kecil yang lari kesana-kemari😛. Repot juga. Bisa Anda bayangkan dengan tambahan bawaan 5 plastik besar + 1 kantong karton ketika perjalanan pulang😀.

Rujak & Asinan

Mie Kocok Dadeng – Jl. Banteng

Ke Bandung, bagi kami identik dengan wisata kuliner dan apparel. Makanan-makanan enak mudah sekali didapat. Jalan sedikit dari rumah sudah ada lontong kari dan kupat tahu petis. Jalan ke arah yang lain ada mie baso, rujak dan asinan. Belum lagi tahu isi di jalan cendana, batagor, gurilem, kripik tempe, brownies kukus Amanda, dan banyak dan banyak lagi.

Dulu-dulu saya paling tidak suka bawa barang banyak-banyak. Sekarang…yah…sepertinya mulai terbiasa. Paling saya tertawa melihat istri saya membungkus tahu cibuntu dan baso panghegar untuk dibawa ke Depok.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: