Posted by: untoro | July 11, 2007

Margonda, Tole Iskandar…sedikit pencerahan

Question Two Kurang lebih 2 tahun lalu, tepatnya Jumat, 12 Agustus 2005, saya pernah menulis tentang rasa kepenasaran saya mengenai apa atau siapa Margonda, Tole Iskandar.

Saat itu, dari mulai googling sampai menggunakan Copernic (sejenis search engine software) sama sekali tidak memberikan informasi.Siang ini, secara tidak sengaja saat googling mendapat sedikit pencerahan tentang Margonda dan Tole Iskandar, yang ternyata 2 nama pahlawan dari Kota Depok.

Margonda

Bek Margonda, kabarnya nama itu yang lebih dikenal oleh orang-orang lama Depok. Sampai sekarang tidak ada yang tahu persis sejarah kepahlawanan Margonda. Keluarga Margonda sendiri (kabarnya ada di Cipayung, Depok) sampai sekarang belum dapat memberikan informasi mengenai sepak terjang atau dimana makam Margonda.


Tole Iskandar
 
Berbeda dengan Margonda, informasi mengenai Tole Iskandar sedikit lebih jelas. Sepak terjang pahlawan ini di masa penjajahan Jepang sedikit banyak sudah tercatat dalam Perda Nomor 1/1999 tentang Hari Jadi dan Lambang Kota Depok.

Setelah Jepang menyerah kepada sekutu, Heiho dan Peta (Pembela Tanah Air) dibubarkan. Putra-putra Heiho dan Peta kembali ke kampungnya. Mereka diperbolehkan membawa perlengkapan kecuali senjata. Setelah Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, para pemuda Depok, khususnya bekas Heiho dan Peta terpanggil hatinya untuk berjuang.

Pada September 1945, diadakan rapat pertama kali di sebuah rumah di Jalan Citayam (sekarang Jalan Kartini). Hadir diantaranya seorang bekas Peta, yakni Tole Iskandar berikut tujuh orang bekas Heiho dan 13 orang pemuda Depok lainnya. Pada rapat tersebut diputuskan dibentuk Barisan Keamanan Depok yang keseluruhannya berjumlah 21 orang. Tole Iskandar akhirnya terpilih menjadi komandan. Merekalah cikal bakal perjuangan di Depok.

Saat itu, senjata yang dimiliki Barisan Keamanan ini hanya empat pucuk karaben Jepang. Itu pun hasil rampasan dari polisi Jepang yang bertugas di Depok. Kolonel Samuan, salah satu tim penyusun sejarah perjuangan di Bogor, ke 21 orang ini diberi nama Kelompok 21. Selengkapnya mereka adalah sebagai berikut:

  1. Tole Iskandar,
  2. Abdoelah,
  3. Saijan,
  4. Sainan,
  5. Sinan,
  6. Salam A,
  7. Niran,
  8. Saidi Botjet,
  9. Idan Saijan,
  10. Tamin,
  11. Joesoep,
  12. Salam B,
  13. Baoeng,
  14. Mahroep,
  15. Muhasim,
  16. Hasbi,
  17. Rodjak,
  18. Tarip,
  19. Kosim,
  20. Nadjid, dan
  21. Mamoen.

Dari Kelompok 21 ini tidak ada yang bernama Margonda.

Siapa dan bagaimana Margonda masih penuh tanda tanya.

Sumber:


Responses

  1. Sering lewat jalan Margonda, baru tahu kalau ternyata nama orang…

  2. HIDUP DEPOK!!
    HIDUP DEPOK!!
    HIDUP DEPOK!!
    HIDUP DEPOK!!
    HIDUP DEPOK!!
    HIDUP DEPOK!!
    HIDUP DEPOK!!
    HIDUP DEPOK!!
    HIDUP DEPOK!!
    HIDUP DEPOK!!
    HIDUP DEPOK!!
    HIDUP DEPOK!!
    HIDUP DEPOK!!

    gila!! gw bru tau da pahlawan asal depok!! untung ada,,jadi gw bisa ngerjain tugas gw tentang pahlawan asal daerah kita..hohooo,senangnya..

    makasih pahlawan-pahlawan depok!!

  3. plase,,,buat temen2 kirim dong data yang lengkap tentang margonda,kirimin yaaaaaaaaaaa

  4. sayang yah,sejarahnya margonda belom bs diungkap semuanya. byk yg ga percaya klo margonda itu sbnernya adalah nama pahlawan.

  5. Assalammualaikum. ane dr kcil tinggl d pinggr gdng ba’er, yg skrng jd gdng megah pertokoan dan kapenya, walau bukn asli bangt dpk ane sdih dngn apa yg terjd skrng. krn sdikt bnyk dpk tlh bnyk keilangan sjarahnya, bkn ane anti pembangunan….!!!!

    tapi lebih sulit menjaga dari pada ngebangun yang baru…
    karna sejarah itu tidak akan terulang dan cukup dikenang.
    oi’ya kyaknya qta ni ude pd lp ma sjarah ni moga2 kga ya.

  6. yang gw tau artinya depok…Daerah Pemukiman Orang Kota..dulu…skrg gak tau?

  7. gw juga heran sama orang2 yang tinggal didepok terutama pendatang pada kurang ajar dan ngga tau diri banget contoh lo liat aje kali ciliwung yang dulunye bening banget yang aernye dipake buat nyuci dan minum sekarang coba deh lo liat aernye udah bau comberan, limbah dan sampah pusing dan sedih gw ngeliatnye tolong dong jaga kebersihan kota depok terutama kali ciliwung..

  8. Tole Iskandar adalah anak pertama dari Raden Samidi Darmorahardjo bin Adam. Dan ibunya bernama Sukati binti Raden Setjodiwiryo. menurut cerita dari orang tua yg bernama H. Slamet Mulyono alias Menton (almarhum). Mas Tole adalah pejuang Depok Lama yang mengusir penjajah belanda. pak Menton tersebut adalah anak bungsu dari Raden Samidi Darmorahardjo. Tole iskandar mempunyai banyak keponakan yang tinggal di DEPOK LAMA tepatnya dijalan citayam raya – Gg. Kembang 1 Ratujaya rt 03/03 pancoran mas – Depok. Pada masa perang dulu tole membawa seekor anjing kesayangannya. di daerah cikasintu tole dibantai oleh belanda. singkat cerita tole gugur dalam pertempuran yang tak seimbang. untuk keterangan lebih lanjut ttg cerita tole bisa datang ke alamat tsb diatas. karena masih banyak penerus2 tole yg akan tampil. tole iskandar adalah pade. eyang bagi anakku. dan penulis adalah keponakannya. masih banyak keturunan tole iskandar yg lain. yang mau membantu pencari jejak siapa tole iskandar sang pejuang

  9. Tole Iskandar adalah anak pertama dari Raden Samidi Darmorahardjo bin Adam. Dan ibunya bernama Sukati binti Raden Setjodiwiryo. menurut cerita dari orang tua yg bernama H. Slamet Mulyono alias Menton (almarhum). Mas Tole adalah pejuang Depok Lama yang mengusir penjajah belanda. pak Menton tersebut adalah anak bungsu dari Raden Samidi Darmorahardjo. Tole iskandar mempunyai banyak keponakan yang tinggal di DEPOK LAMA tepatnya dijalan citayam raya – Gg. Kembang 1 Ratujaya rt 03/03 pancoran mas – Depok. Pada masa perang dulu tole membawa seekor anjing kesayangannya. di daerah cikasintu tole dibantai oleh belanda. singkat cerita tole gugur dalam pertempuran yang tak seimbang. untuk keterangan lebih lanjut ttg cerita tole bisa datang ke alamat tsb diatas. karena masih banyak penerus2 tole yg akan tampil. tole iskandar adalah pade. eyang bagi anakku. dan penulis adalah keponakannya. masih banyak keturunan tole iskandar yg lain. yang mau membantu pencari jejak siapa tole iskandar sang pejuang.

  10. iyaaa cari tau lg dong tetang sejarah margondanyaa ..
    dan makasih jadi bisa ngerjain tugas sekolah deh buat pahlawan di kota depok !

  11. Untuk mengetahui siapa Margonda, baca sebuah buku karya budayawan Betawi, Ridwan Saidi. Di situ dikupas lengkap siapa Margonda. Ane pernah baca, tapi udah lupa2 inget judulnya. Kalau tidak salah “Babad Tanah Betawi”. Salam

  12. Margonda nama orang ya? Bukan singkatan “Markas Gerombolan Belanda”? kan disitu pusat nya Belanda pada masa VOC.

  13. Sejarah Depok bukan hanya Margonda. Di Sawangan, yang sekarang ada tugu batu, di situ juga tempat bersejarah. Di Situ dulu ada perkebunan dan rumah tuan tanah Belanda, yang kemudian diserang masyarakat pejuang. Peninggalannya masih ada berupa tong besar bekas penampungan air perkebunan. Dulu tong itu aman-aman aja. Kini kompleks perumahan sudah mengubah wajah tong tersebut. Dan pernah pula dicuri orang, tapi berhasil ditemukan lagi. Dasar nggak ngerti sejarah tuh orang-orang! Ane kebetulan asli situ.

  14. saya menambahkan komentar dari betawi intelek, bahwa tong besar yang ada ditugu sawangan,, tepatnya dikelurahan bedahan. tong besar itu juga dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan hasil karet yang diabil oleh orang belanda dari perkebunan karet di daerah perbatasan selatan antara pasir putih dengan cipayung. belum lama juga ada seorang yang membangun perumahan diarea tong besar tersebut, lalu tong tersebut dibuang entah kemana, akan tetapi masyarakat sekitar menuntut kepada seorang yang membuang tong tersebut, dikarenakan itu sebuah sejarah peninggalan dari belanda,
    jadi pertanyaan saya, kenapa akhir2 ini banyak situs sejarah dikota depok yang dihilangkan? apakah ingin menghilangkan cerita sejarah tentang depok?
    terimakasih

  15. saya pernah baca di koran (lupa namanya) secara berseri (2 atau 3 seri). Margonda adalah salah satu laskar/pejuang yang menyerang stasiun Duren Kalibata di jaman Kemerdekaan. Itu.

  16. Margonda adalah nama seorang analis kimia dari Balai Penyelidikan Kimia Bogor. Sekarang dikenal sebagai Balai Besar Industri Agro (BBIA). Lembaga ini dulunya bernama Analysten Cursus. Didirikan sejak permulaan perang dunia pertama oleh Indonesiche Chemische Vereniging, milik Belanda.

    Memasuki paruh pertama 1940-an, Margonda mengikuti pelatihan penerbang cadangan di Luchtvaart Afdeeling, atau Departemen Penerbangan Belanda. Namun tidak berlangsung lama, karena 5 Maret 1942 Belanda menyerah kalah, dan bumi Nusantara beralih kekuasaannya ke Jepang. Singkat kata, berbekal ilmu yang dimiliki, Margonda lantas bekerja untuk Jepang.

    Jejak Margonda pelan-pelan memudar. Dalam penelitian Ketua Filateli Depok,Yano Jonathans terbeber, Margonda pernah tercatat sebagai karyawan Departemen Kemakmuran. Departemen ini berkoordinasi dengan Departemen Jawatan Penyelidikan Pertanian Jepang.
    Margonda Pejuang Kemerdekaan

    Bergabung bersama Jepang, tidak membuat Margonda kehilangan rasa cintanya pada tanah air. Medio 6 Agustus 1945, ketika langit Hiroshima masih menghitam karena bom atom yang dijatuhkan AS, kisah Margonda kembali terdengar. Utamanya setelah 17 Agustus 1945. Hari dimana kemerdekaan Indonesia diproklamasikan Soekarno-Hatta di Jalan Pegangsaan Timur, Cikini, Jakarta Pusat.

    Seorang pemuda berkulit hitam yang ternyata Margonda ini tercatat mengorganisir para pemuda untuk mendirikan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI). Mereka angkat senjata berjuang mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan. AMRI lebih dulu berdiri dibanding Badan Keamanan Rakyat (BKR).

    Sejarah mencatat, 23 Agustus 1945, beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, dalam pidatonya Bung Karno menyatakan berdirinya Komite Nasional, Partai Nasional dan Badan Keamanan Rakyat (BKR).

    Buku Sejarah Perjuangan Bogor menulis, sebelum pidato Soekarno tanggal 23 Agustus 1945, pemuda Bogor telah menghimpun diri dalam Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) di bawah pimpinan Margonda. Mereka bermarkas di Jl. Merdeka, Bogor. Namun umur kelompok ini relatif singkat. Mereka pecah dan anggotanya bergabung dengan BKR, Pesindo, KRISS dan kelompok kecil sejenis lainnya.
    Serangan Kilat Gedoran Depok

    Banyaknya kelompok kecil di Depok berbuah petaka bagi orang Depok. Pada 11 Oktober 1945, meletus peristiwa Gedoran Depok. Depok diserbu para pejuang kemerdekaan dari seluruh penjuru mata angin. Wilayah kecil yang jaraknya hanya beberapa kilometer dari Jakarta ini dianggap tidak mengakui kemerdekaan Indonesia.

    Mereka merasa sebagai ‘pribumi istimewa’, laiknya di jaman kolonialisme Belanda. Sejarah juga menyebut, Depok sudah lebih dulu merdeka sejak 28 Juni 1714. Mereka punya tatanan pemeritahan sendiri yakni Gemeente Bestuur Depok yang bercorak republik. Pimpinannya seorang presiden yang dipilih tiga tahun sekali melalui Pemilu.

    Orang Depok pun naik kelas. Gaya hidup orang Depok serupa dengan masyarakat Eropa. Sehari-hari mereka berbahasa Belanda. Hal ini lantas melahirkan kelas baru di tengah masyarakat pinggiran Batavia (Jakarta-red). Orang kampung akan sedikit membungkuk seraya berucap, “tabek tuan,” bila berpapasan dengan orang Depok. Lantaran takut kehilangan privilege inilah orang Depok enggan mengakui kemerdekaan Indonesia.

    Pejuang yang marah dan menyerbu Depok membuat anak-anak dan perempuan Depok ditawan di kantor pemerintahan Depok atau Gemeente Bestuur (kini Rumah Sakit Harapan di Jalan Pemuda, Depok). Laki-laki digiring ke stasiun Depok untuk kemudian dibawa ke penjara Paledang. Depok pun dikuasai para pejuang. Kantor Gemeente Bestuur berubah fungsi menjadi markas Tentara Keamanan Rakyat (TKR) batalyon ujung tombak Jawa Barat pimpinan Ibrahim Adjie.
    Margonda Gugur

    Kemana Margonda? Tidak ada jejak sejarah Margonda ketika Gedoran Depok meletus. Yang pasti, beberapa hari kemudian, pasukan NICA yang datang membonceng Sekutu menyerbu Depok untuk ‘membebaskan’ orang Depok yang ditawan TKR. Pejuang berhasil dipukul mundur. Tawanan wanita dan anak-anak Depok dibebaskan, dibawa ke kamp pengungsian di Kedunghalang, Bogor.

    “Semenjak itu, kantor Gemeente Bestuur yang tadinya dijadikan markas TKR berubah menjadi markas NICA,” kata saksi mata Adung Sakam, warga RT 04/01 Kampung Cipayung, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

    Memasuki bulan November, para pejuang yang tercerai-berai kembali menjalin koordinasi dan menyusun kekuatan. Mereka berencana merebut kembali Depok dari tangan NICA. “Para pejuang bersepakat menyerbu Depok tanggal 16 November 1945. Sandi perangnya saat itu Serangan Kilat,” kenang Ngkong Adung, demikian pak tua yang masih berapi-api itu biasa disapa.

    Ngkong Adung terlibat dalam pertempuran itu. Adung menjadi pelaku sejarah perang sehari semalam. Dari jam 5 pagi sampai jam lima pagi besoknya lagi. “Saya ikut bertempur di lokasi yang sekarang jadi Villa Novo, dekat jembatan Panus, Depok Lama,” tandasnya penuh semangat. NICA kelabakan. Meski pun Depok gagal direbut pejuang.
    Saat itulah, keberadaan Margonda kembali muncul. Diantara ratusan pejuang yang gugur hari itu, terdapat Margonda, pimpinan AMRI. Margonda gugur 16 November 1945 di Kali Bata. Bukan Kalibata, Jakarta. Tapi Kali Bata Depok. Daerah bersungai di kawasan Pancoran Mas, Depok dan bermuara di Kali Ciliwung itu menjadi saksi gugurnya Margonda.
    Mahruf, petugas museum Perjoangan Bogor bercerita, semasa berjuang, Margonda berkawan dekat dengan Ibrahim Adjie dan TB Muslihat. TB Muslihat senasib dengan Margonda. Ia gugur dalam pertempuran. Pemerintah Bogor membangun patung Muslihat di Taman Topi, sekitar stasiun Bogor.

    Sementara Ibrahim Adjie, berhasil selamat. Ia berkarir menjadi tentara dengan jabatan akhir Pangdam Siliwangi. Bagaimana dengan Margonda? “Cukup” sebuah jalan gerbang kota Depok untuk mengenangnya. Selebihnya, hanya cerita perjuangannya yang mulai dilupakan.

    Sumber : http://lingkarberita-tokoh.blogspot.com/2011/12/cerita-sebuah-gerbang-kota-bernama.html

  17. Pejuang depok yg mengusir NICA di Depok juga ada di Cinere,nama pejuangnya KH.MUHAJIR BIN AMAT dia yg memimpin perjuangan rakyat depok bersama BKR dia mempunyai rekan/wakil yg berasar dari grogol yg bernama H.DOGOL tapi perjuangan mereka membingungkan krna tidak mrmdapat apresiasi dari PEMERINTAH


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: