Posted by: untoro | November 21, 2007

Indofarma – Indo Obat Serbu

Indo Obat Serbu Pagi tadi di Stasiun Depok Lama ada stan produsen
obat – Indofarma – memperkenalkan program Indo
Obat Serbu.

Program Indo Obat Serbu ini adalah program obat produksi Indofarma dengan harga serba seribu.

Dengan slogan obat rakyat, murah, & berkualitas, diharapkan obat-obatan ini dapat membantu masyarakat luas Indonesia, yang jenuh dengan obat mahal dan obat palsu.

Obat-obatan yang tersedia dalam program ini antara lain

  • obat penurun panas
  • obat penurun panas anak
  • obat sakit kepala
  • obat tambah darah
  • obat pereda flu
  • obat pereda batuk dan flu
  • obat maag
  • obat batuk berdahak
  • obat batuk cair
  • obat cacing
  • obat cacing anak
  • obat asma

PT Indofarma adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berdiri sejak tahun 1918, bergerak dalam bidang farmasi dan alat kesehatan. Selain untuk memenuhi kebutuhan obat dan alat kesehatan dalam negeri, PT Indofarma juga sudah mengekspor produk-produknya di kawasan Asia, Afrika, dan Eropa.


Responses

  1. Kepada Yth,
    Bapak/ Ibu
    di tempat

    Dengan hormat,

    Bersam email ini kami menawarkan jasa pembuatan Tas
    Sekolah
    Shopping
    Kantor
    Seminar
    Rancel
    Travel
    dll

    Demikian email penawaran dari kami atas perhatian dan kerjasanya yang baik kami ucapakan banyak terima kasih

    NB: Alamat kami Jl. Gotong Royong 9 Gang Muhasim No.26B Larangan Indah Ciledug Tangerang

    Web kami: http://ysyyantotas.blogspot.com/

    Yanto
    Konveksi Tas
    0815 844 795 83

  2. saya kok sekarang kesulitan “OBAT SAKIT KEPALA” indofarma serbu minta tolong saya harus kemana saya berada di kawasan sidoarjo kota

  3. Program ini sangat baik untuk kepentingan Rakyat, tetapi dianggap masalah besar bagi umumnya para pengusaha pabrik (pengemasan)obat generik yang diberi nama dagang. Obat yang selama ini “dikeliru-bahasakan” dengan pengertian obat “paten”. seolah-olah obat generik bernama dagang ini “sama” dengan obat orisinal (obat yang dibuat dari hasil penelitian pabrik) .

    Obat-obat generik ber”merk” dagang ini mutunya kurang lebih sama persis dengan obat generik dengan “logo generik”, yang membedakan adalah harganya yang berkali-lipat lebih mahal.

    Harga yang jauh lebih mahal tersebut sungguh mengeruk keuangan Rakyat kecil. Anehnya banyak para dokter yang lebih suka meresepkan obat-obat generik yang dipasangi nama dagang tersebut. Bahkan harganya banyak yang lebih tinggi dibanding dengan obat yang sama yang dibuat oleh pabrik penemu obat tersebut.

    Sebutlah PT “S” yang pabriknya di Bandung, produknya paling banyak ditebus pasien meskipun harganya sangat mahal, dengan mutu yang tidak berbeda dengan obat generik tanpa merk dagang. Terendus, bahwa dokter-dokter yang meresepkan produk PT “S” tersebut memakai pola “main mata” untuk memasarkan obat-obatnya agar diresepkan dokter.

    Obat generik serba-seribu, kualitasnya sama dengan obat-obat generik yang memakai nama dagang, tetapi harganya jauh lebih murah ; tetapi obat ini tidak banyak dokter yang mau meresepkannya, karena “konon” ada yang mencap “tidak bermutu”. Padahal yang benar, produk generik tanpa nama dagang ini harganya murah, sehingga tidak dapat memberi komisi pada dokter yang meresepkannya.

    Sekarang ini ditenggarai ada produk obat generik yang harganya dipasang lebih mahal dari yang ditetapkan Pemerintah, anehnya yang seperti ini lebih banyak dibeli oleh Rumah Sakit-Rumah Sakit Pemerintah. Terendus “aroma” harga yang lebih mahal dari standar yang ditetapkan Pemerintah itu, selisihnya diberikan pada Pejabat Rumah Sakit , agar obat generik yang lebih mahal ini di beli Rumah Sakit dan diresepkan dokter.
    Lalu siapa yang akan mengambil tindakan tegas terhadap cara-cara berjualan obat seperti di atas ? Karena meskipun ada institusi yang bertanggung jawab, tetapi hal-hal di atas tetap berlangsung. Apakah mereka itu juga dapat bagian dari mahalnya harga obat generik, ataupun harga obat generik yang diberi nama dagang.

    Masalahnya sangat nyata dan sangat dirasakan akibatnya oleh masyakat umum, tetapi hingga kini belum terdengar upaya nyata investigasi tentang hal ini. Obat batuk serba seribu yang isinya satu paket pengobatan yang mengandung gliseril guayafolat + bromheksin di hargai Rp 1.000,- sementara generik lainnya jauh lebih mahal. Apalagi generik yang diberi nama dagang harganya berlipat-lipat.

    Rakyat menunggu pejabat berwenang mengakhiri hal ini. Meskipun tidak dapat dipungkiri , dari usaha pengemasan obat (ngakunya pabrik obat) ini telah melahirkan puluhan konglomerat dalam waktu singkat.

    Ayo, siapa yang mau peduli. Rakyat berharap ada massmedia yang berani menguak masalah ini dengan investigasi yang akurat.
    Barangkali Kompas, Media Indonesia atau TV One berminat mengangkat hal ini ? Atau yang lainnya ?

    Semoga.

  4. Salah tulis, maksudnya “gliseril guayakolat+bromheksin” obat batuk yang kerjanya dengan cara mengencerkan dahak.

  5. PT.Indofarma.TBK menujjukan obat generik dan obat serbu,di stasiun Depok Lama pada kemarin.memujukan indo obat serbu ini,Dipaten-paten apotek cuma Rp 1.000/-lah.Mungkin setiap penjualan bisa di bidan paten toko obat / toko lain,kar`na indofarma mungkin obat generik obat serbu bisa dijualkan kemanapun.

    Karena PT.Indofarma mempunyai obat paten serbu.tapi yang..iklan mutu dengan pembelian kebetulan,numben kejadian obat serbu yang runtuh mengatasi penyakit semula.Indofarma karena menjadi sehat yang rukun.

    Semoga.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: